Dipaksa Konsumtif: Buruh Garmen Jakarta Menghadapi Konsumerisme

Sinopsis

Di dalam konsumerisme, buruh juga memiliki imaji dan hasrat untuk mengkonsumsi komoditas tertentu. Namun, imaji dan hasrat tersebut semakin mengikat diri mereka dalam pekerjaan yang rentan dan cara-cara lain untuk mendapatkan akses hingga mampu melakukan konsumsi simbolik, termasuk barang produksi di industri tempat mereka bekerja. Lantas, apakah kemampuan tersebut menjadi simbol dari lepasnya buruh dari situasi yang mengalienasi atau justru mengikat mereka dalam relasi kapital? Melalui proses kajian kualitatif, penulis pun berupaya untuk menjawab permasalahan tersebut.